Walking with Karinyoo!
  • Home
  • Traveling
  • Diary
  • Features
    • coming soon
    • comng soon
      • under construction
      • under construction
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • The Author
Halo guys, kebetulan banget saya lagi tahun ini mau mencoba untuk hijrah ke luar, niatannya untuk bekerja maupun studi (tergantung yang dapet duluan yang mana).

Nah, kebetulan banget saya punya satu grup yang juga lagi ngurusin hal yang sama dan kita berkutat di diskusi SKCK untuk VISA, ada yang bilang harus pakai surat keterangan RT/RW  terus ke Polsek terus ke Polres terus ke Polda. Waduh, kebayang gak sih ribetnya??

Karena saya tinggal di Jakarta namun domisili Bekasi, saya bingung, masa iya saya harus ke Polda Jabar, jauh euy di Bandung! Tapi saya inget bahwa Bekasi masih masuk wilayah Polda Metro Jaya (di Semanggi).

Setelah itu saya coba aja nyari gimana sih cara bikin SKCK, dan syaratnya apa, apalagi saya niatnya untuk ke Luar Negeri.

Berikut saya ketemu beberapa syarat untuk SKCK dari web POLRI, dan ternyata bisa apply SKCK di Online tanpa harus ada surat keterangan RT/RW sampai Polda!!! HORAAAAAAAAAY!

Syarat SKCK

Jadi gini, syaratnya dulu yaaa disiapin:

  • Fotokopi KTP dengan menunjukan KTP asli. 
  • Fotokopi Paspor. 
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK). 
  • Fotokopi Akte Lahir / Kenal Lahir / Ijazah.
  • Fotokopi kartu identitas lain bagi yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KTP. 
  • Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 6 (enam) lembar dengan latar belakang merah, berpakaian sopan, tampak muka, dan bagi pemohon yang mengenakan jilbab, pasfoto harus tampak muka secara utuh.
  • Nomor rekam sidik jari (kalau belum punya gapapa, nanti saya kasih tahu cara buatnya!)
Proses Daftar Online

Kalau seluruh syarat sudah siap file softcopynya (scan yaaaa yang jelas!), mari kita visit ke halaman web SKCK Online: https://skck.polri.go.id/

Nah, kalau udah sampai sini, kamu akan ketemu halaman mukanya, kamu klik yang dipojok kanan atas "FORM PENDAFTARAN" yang saya tandai warna merah dengan panah kuning di bawah ini:




Setelah masuk halaman form, silahkan isi sesuai dengan kebutuhan, nah untuk di Mabes sendiri, kita bisa buat SKCK untuk kepentingan berikut: 
  • Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden
  • Pencalonan Anggota Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, dan Lembaga Pemerintahan Tingkat Pusat
  • Penerbitan Visa
  • Ijin Tinggal Tetap di Luar Negeri
  • Naturalisasi Kewarganegaraan
  • Adopsi Anak Bagi Pemohon WNA
  • Melanjutkan Sekolah Luar Negeri
Karena pendaftaran Capres buat pilpres 2019 udah tutup, saya pilihnya yang untuk penerbitan Visa deh hahahahaha. (dipilih di kotak merah kecil dibawah ini - dropdown menu)


Lalu, silahkan isi form tersebut, yang berisikan beberapa section/bagian, yaitu :
  • Satwil
  • Data Pribadi
  • Hub. Keluarga
  • Pendidikan
  • Perkara Pidana
  • Ciri Fisik
  • Lampiran
  • Keterangan
Saat pengisian ciri fisik & lampiran, akan ditanyakan mengenai Rumus Sidik Jari, nah bagi yang belum pernah buat SKCK sebelumnya/tidak punya rumus sidik jari, dikosongkan saja, nanti di bagian bawah saya jelaskan proses permintaan rumus sidik jarinya ;)

Setelah itu, kita submit saja kalau sudah selesai, dan kita akan mendapatkan email pdf mengenai bukti tanda daftar dan juga jadwal kita untuk datang ke Mabes Polri. DONE YAY!!!



Hari H Pembuatan SKCK

1. Pendaftaran sidik jari di INAFIS 

Pada hari H, kita wajib melakukan pendaftaran rekam sidik jari dahulu di INAFIS (Indonesia Automatic Finger Print Identification System), intinya untuk bank database fingerprint, biar kaya di CSI gitu, kalo kita ngapa-ngapain yang meninggalkan jejak bisa langsung muncul di layarnya pak polisi hahaha. INAFIS juga dipakai untuk team DVI (Disaster Victim Identification), untuk korban-korban bencana yang jenazahnya sulit dikenali secara fisik, database INAFIS sangat bermanfaat.

PUSNAFIS sendiri berada di bagian Timur mabes POLRI, jadi jika kamu parkirnya di deket Kantor Pelayanan Masyarakat (loket SKCK), maka kamu harus menyeberang dengan JPO untuk ke kantor INAFIS. 

FYI: Kendaraan pribadi tidak boleh masuk Mabes Polri, jadi kamu harus parkir di dekat Kementrian PU. 

Berikut kira-kira petanya:


Di INAFIS, kamu akan diminta untuk mengisi form dan juga perlu 1 lembar foto 4x6 dengan latar merah ya. Setelah selesai kamu akan dipanggil untuk rekam sidik jari dan kamu akan diberikan kartu rumus sidik jari seperti berikut:


Penting: Kartu wajib di fotokopi dan dilampirkan pada dokumen pengajuan SKCK

2. Pengajuan SKCK

Setelah selesai di INAFIS dan fotokopi kartunya, segeralah kamu untuk mengambil nomor antrian di mesin antrian otomatis, setelah itu ketika sudah dipanggil, kita akan diberikan kartu TIS, nah beruntungnya, jika sudah mendaftar online, kita hanya memberikan tanda daftar dan mengisi kartu TIS tersebut. Kalau kamu daftarnya offline, maka banyak sekali yang harus diisi dan cukup lama lhooo..

Setelah mengisi kartu TIS, kita kembalikan ke loket dan tinggal menunggu 2 jam! VOILAAAA... SKCK sudah jadi! daaan jangan lupa bayar PNBP 30 ribu rupiah yaaaaaa


Sekian tips dari saya, semoga berguna bagi kalian pejuang beasiswa dan working visaa


Kalau ada yang mau ditanyakan di kolom komentar ya!

XOXO,








LOL!
Setelah sampai di Golden Mile Complex dengan menggunakan bis Srimaju, saya masih ngarepin peta offline di hp saya untuk menuju guest house. Dari Golden Mile ke guest house kira-kira 2,5 km, menurut orang mungkin jauh, tapi karena saya adventurous (baca: kere dan hemat), plus saat itu juga baru jam 3 pagi, maka saya memberanikan diri jalan kaki saja, sembari menunggu pagi..

Dari Golden Mile ke Bunc Hostel
Menurut tour guide saya dulu pas ikut free tour dari Changi Airport sama mama, Singapura termasuk mempunyai crime rate yang cukup rendah, jadi cukup aman untuk ngelayap hari begini. Hehehe.. 

Apa yang saya sukai dari solo trip? 

Merenung dan menikmati kesendirian... 



Antara suka tidak suka, ya kesendiriannya... di satu sisi, pergi dengan teman pastilah seru, tapi salah satu kesukaan saya saat solo trip adalah, saya bebas merenung sekaligus bersenang-senang dalam waktu yang bersamaan. Hehehe... 

Dalam perjalanan jalan kaki subuh-subuh dari Golden Mile Complex, saya sempat istirahat di pinggiran sungai, bentuknya mirip sama pinggiran sungai rasuna epicentrum hehehe, disitu saya sempat menangis, not because i'm alone, tapi lebih karena merenung semua kejadian buruk yang menimpa saya akhir-akhir ini, i'm reflecting too... melihat dimana salah saya, dimana saya harus memperbaiki keadaan, dimana saya harus kuat lagi... Untuk sementara, saya merasa dengan solo trip, saya diwajibkan untuk kuat, diwajibkan untuk mandiri.. dan seperti dalam kehidupan sehari-hari, diwajibkan untuk tetap bahagia walau dalam keadaan sulit!

Iye kan kaya epicentrum? hahahaha
Jam 3 pagi dan masih ada kegiatan :)

Kranji!!!! ahahhahaa 

Saya sempat berkabar dengan teman saya, si Henki, mengabari kalau sendal saya hilang di depan pintu kamar, dia membalas dengan tertawa terbahak-bahak... saya langsung nangis, karena saya menyadari bahwa kita harus menertawakan kehidupan juga agar tidak terlalu stress.

Lanjut perjalanan menuju guest house... Saya memilih Bunc@Little India, karena salah satu hostel yang murah dan tempatnya sangat minimalis serta stylish. Namun inilah yang cukup saya benci dari Singapura, harga hostel disini bisa buat bayar hotel bintang 2-3 di Malaysia. hahaha... yasudah lah, nasib. 

Sampai di Bunc sekitar jam 6 pagi, saya belum bisa check in karena jadwal check-in itu jam 11-1 siang. Resepsionis di Bunc menawarkan saya untuk tetap beristirahat di lounge dan sudah bisa mengambil roti jika lapar, mau mandi juga boleh. Hehehe... Alhamdulillah


Bunc Lounge

Ruang makan @Bunc

Setelah beristirahat, sekitar jam 10 pagi saya sudah diperbolehkan ke kamar saya, saya kebagian mixed bedroom, lumayan bagus kok dan kasurnya empuk.. Cuma terlalu remang-remang saja lampunya, dan Acnya terlalu dingin. Hahhaa

Sekitar jam 11, saya mulai jalan, saya juga bingung mau kemana... tapi saya punya misi di Singapura, VISIT FREE PLACES! iyaa, saya mau coba mendatangi tempat-tempat bagus TAPI GRATIS di Singapura hehehehe... karena saya sudah punya EZ card dari kakak saya yang pernah kerja disinih ya tinggal isi aja deh.. :D berbekal lonely planet, saya jalan-jalan ke National Museum of Singapore saja pertama kali.. lumayan lah keren juga, apalagi PLAY nya cukup bagus untuk anak-anak..

National Museum of Singapore (1)

National Museum of Singapore (2)

National Museum of Singapore (3)

National Museum of Singapore (4)

Setelah dari museum, saya jalan kaki ke Stamford Garden, isinya Cuma kuburan sih tapi oke banget viewnya, buat piknik juga oke HAHAHHAAAA..abis itu naik bus, turun di Singapore Art Museum (SAM), yaaa.. museum lagi, hehehe... saya tidak begitu suka museum, tapi karena senggang, ya still entertained lhaaa...but kalian akan terkejut karena museum di Singapura itu terawat dan baguuuuus banget...gak kayak. . . . ..  . . XD

ini Stamford Green yah..kalo Stamford Bridge gua gamau dateng! hahahaha

Stamford green areas

Christian old cemetery

when you think this is a stairs, you wrong. ini kuburan T_T

Eksterior SAM

Setelah selesai di SAM, saya naik bus ke Esplanade, itu lho, gedung yang kayak duren, tapi silver. HAHAHAHA... Di esplanade, saya Cuma foto-foto cantik dan mengelap keringat, soalnya hari itu super CERAHHHH... langitnya aja warnanya keren hohoho...

yep, i was fat that time. :)))

a usual visit place for tourist, da merlionnnggggg

Marina bay sands view

Dari tingkat paling atas esplanade, cukup kelihatan semua Merlion, Marina Bay Sands, dll.. cukup bagus lah viewnya.. setelah turun, saya jalan-jalan dan jajan-jajan aja di Merlion Park.. lumayan terjangkau (walaupun tetep aja mahal dibanding Malaysia) #bekpekereIsLayyyfff

Setelah jajan-jajan cantik dan menyegarkan diri dengan minuman dingin, saya iseng saja jalan kaki ke arah Gardens by The Bay via Helix bridge & Marina Bay Sands. itung-itung diet lah saat ituh eahahahaha...

Singapore Flyer from across the sea
The Marina Bay Sands from Gardens By The Bay
 
Gardens By The Bay 2

Gardens By The Bay 3

Gardens By The Bay 4

numpang nampang gegara pas lagi selfie dikasianin opa-opa, dia yang nawarin gua buat motoin gua XD.

Gardens By The Bay view dari ketinggian <3

Gardens By The Bay sebenernya ga sepenuhnya gratis sih, cuma di bagian SupertreeGroove ini aja, tapi so far saya sih cukup puas walau ga sampai masuk flower dome karena tempat ini besaaar banget dan indah... next time mungkin. hehehehe....

Setelah dari Supertree, saya jalan kaki menuju terowongan bawah tanah untuk masuk ke mall nya marina bay sands. Lumayan lah buat ngadem hahahaha dan ada wifi gratis, tinggal nongkrong di depan pintu masuk kasino ada wifi gratisssss hahahahhaa

Lumayan kan ngadem sambil bisa foto-foto mobil F1 XD
Keesokan harinya, saya menuju arah Chinatown agak sore karena kelelahan sejak dari KL, saya beristirahat di hostel. Saat itu mendekati Chinese New Year, suasanya meriah sekalii...dan yang saya suka dari Chinatown adalah, makanan dan barang jualan yang murah, dan di Chinatown pun ada masjid dan kuil hindu, dan mereka sangat harmonis~~ love ittt..that's the world should beee

lovely evening at Chinatown

Chinatown market

Setelah belanja dan makan di Chinatown, saya kembali ke arah Marina Bay, karena mau foto Helix Bridge saat malam hari. Cakeeeeps!! hahahaha.. oh iya, saat saya di Marina Bay, saya sempat melihat sepasang kakek-nenek sedang menghabiskan malam disana beristirahat sambil gelap-gelapan... untuk berbincang sambil ngemil dan si kakek membaca buku dengan dibantu lampu kecil yang ada di jembatan! lucu banget sama pasangan ini.. they are adorable <3

aren't they are the relationship goals? grow old together :)

the Helix Bridge~~
Malam masih panjang, setelah dari Helix bridge, saya naik bus ke orchard road, untuk cuci mata saja sih, ga ada niat mau belanja. hahhahahaa nanti pas pulang ke mangga dua aja kalo mau jajan. LOL. Setelah dari orchard road, saya pulang, merencanakan ke tempat gratisan mana lagi yang akan saya datangi? hahahhahahaha.

woof woof,



Summary of the visited places in this post:

  • National Museum of Singapore
  • Singapore Art Museum
  • Fort Canning
  • Stamford Bridge
  • Esplanade Theater
  • Singapore Merlion
  • Helix Bridge
  • Marina Bay 
  • Gardens By The Bay
  • Chinatown
  • Orchard road

Money spent??? cuma buat makan, ongkos MRT sama bis doang pokoknya deh! :)
This hashtag make me sing "SAKITNYAAA TUH DISINIIIIII" *tunjuk dompet*

Selamat Tahun Baru 2015 All!!! *teeettt toooottt twweeeeee* *jedar-jedeeeerrrr*

Beberapa teman di Path ada yang pakai slogan "Indonesia aja dulu!", menandakan bahwa traveling saja dulu di Indonesia baru ke luar negeri (FYI, Indonesia punya 18.306 pulau dan hampir lebih dari 50%nya belum bernama, coba silahkan cek mbah gugelnya kalo ga percaya) hehehe.

Siapa sih yang tidak mau keliling Indonesia seperti mas Ramon Y. Tungka dalam 100 hari keliling Indonesia atau mbak-mbak petualang di acara traveling Tr*ns7 atau Tr*ns TV? SIAPAAAA?!!!!

Siapa sih yang tidak mau ke Derawan untuk berenang bareng ubur-ubur, ke Kiluan melihat ratusan lumba-lumba menari, apalagi ke pulau Komodo, bahkan Raja Ampat yang surganya para divers!! SIAPAAA?!!!

Tapi......

Sebagai backpacker dan traveler yang kere (baca: irit, atau pelit, ATAU miskin -terserah anda :p), saya sebenarnya sangat mendukung bahwa Indonesia adalah surga, traveler dunia saja banyak yang bela-belain untuk traveling keliling Indonesia karena keunikan, keanekaragaman budaya, keindahan alam dan lainnya.... tapi....(ya TAPI)... biaya traveling di Indonesia sesungguhnya tidak bersahabat dengan saya, karena sebagai berikut:

1. Saya kere (no further explanation needed)
2. Saya pekerja kantoran (having a long vacation is absolutely IMPOSSIBRUUU)
3. Balik lagi, saya kere (#lahhhh)

Iya, untuk daerah Jawa, saya suka berpergian ke tempat-tempat yang mudah dijangkau (dan murah tentunya) namun memiliki keindahan dan keunikan, seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Indramayu, Cirebon dan lain-lain. Psst.... banyak yang belum mengetahui bahwa kita bisa diving di Indramayu, IYA INDRAMAYUUUU (coba googling pulau Biawak) :)

Daerah Sumatera pun saya (coba) untuk kesana, so far, saya baru bisa ke Belitung, Palembang, Lampung dan Medan.. daerah lain, saya belum mampu kesana tanpa tiket promo ataupun business trip. Heuheuheu... (contoh: saya bisa ke Danau Toba karena dapat tiket promo Tiger Airways 400ribu berdua, kalau tidak, mungkin sampai sekarang saya masih menghayal mengenai seberapa besar danau Toba dan pulau Samosir itu. hehe)

Saya memaklumi karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan yang sangat besar membuat sarana transportasi di Indonesia terbilang cukup mahal. Saya sudah berulang kali diundang untuk berlibur ke Halmahera oleh tante saya (saya sudah "ngiler" karena selalu diceritakan tentang mudahnya "nyiduk" ikan di lautan yang sebening kaca). Namun apa daya, harga tiket PP Ternate dengan harga tiket PP Korea Selatan ternyata lebih murah ke Korsel. #HIKSSSSS

Contoh lain, saya suka sekali dengan Snorkeling, berulang kali impian saya untuk ke Derawan dan Bunaken sirna..hanya karena shock melihat harga tiket yang tidak bersahabat dengan kantong saya. Lalu sayapun berubah haluan ketika melihat harga tiket ke luar negeri sedang 'banting harga'. Dengan mengeluarkan 500ribu rupiah, saya sudah mengantongi tiket pulang pergi Kuala Lumpur.. tidak demikian jika saya mau liburan ke Lombok. Ujung-ujungnya, kalau mau Snorkeling ya ke pulau Seribu aja. Huh, lagi-lagi, duit.

Sebenarnya banyak cara untuk traveling murah ke daerah yang jauh di Indonesia, tapi, cara tersebut cukup memakan waktu karena pastinya tidak menggunakan/menghindari pengunaan transportasi udara yang membuat budget bengkak (apalagi buat saya yang jatah cutinya "terbatas" dan punya pekerjaan yang posesif -gak bisa banget ditinggal-). Hehehe..

Terkadang saya bertengkar dengan hati jika sudah menyangkut masalah destinasi liburan. Orang bisa saja bilang "Ya kalau niat ke XXXX, nabung dong dari sekarang, fokus!". wah, benar... eh tapi, ternyata tidak semudah itu kok. Saya butuh 2 tahun untuk mengumpulkan dana traveling ke Korea...apalagi sembari menabung tersebut saya juga tidak tahan godaan untuk traveling ke tempat lain. hehehe, namanya juga backpacker kere, setiap ada yang murah pasti langsung jalan saja, karena mottonya "yang penting jalan!"... sebagai orang yang suka traveling, terkadang sebulan tidak jalan-jalan sudah gelisah sendiri, sudah seperti mas-mas yang mau berhenti merokok gitu. hehehe

Dulu sih saya cukup garis keras bisa ngomong "Indonesia Aja Dulu!", tapi sekarang "Jalan aja dulu!" hahahaha...

Semoga di tahun 2015 ini saya bisa menelusuri Indonesia lebih luas lagi!
FIGHTINGGGGG!!!!
Hola! akhirnya bisa ada waktu ngepost juga karena lagi tidak begitu sibuk di minggu ini.

Beberapa waktu yang lalu (dua bulan yang lalu deng -_-), saya berkesempatan untuk pergi ke Toba Samosir karena mendapatkan tiket super murah dari Tiger, berdua hanya 700ribu pulang-pergi. 

Inginnya sih cerita dari Jakarta ke Medan, tapi saya udah kepengen banget ngepost pengalaman saya berkunjung ke Air Soda Parbubu, yang berada di Tarutung, Tapanuli Utara. Pemandian Air Soda ini berjarak sekitar 1 jam dari Balige (kebetulan saya menginap di rumah opung travelmate saya di Balige).
 
Welcome!
Kolam Air Soda? apa bedanya dengan T*bs (tea with shocking soda)? hahahahaha... beda banget dong. 

Pemandian Air Soda ini adalah salah satu keajaiban yang konon katanya cuma ada dua di dunia, yaitu di Tapanuli Utara ini dan satu lagi di Venezuella (woooow)!. Air Soda sudah dikelola sejak tahun 1976, tapi masih perseorangan, bukan pemerintah (katanya sih, pemerintah Taput dinilai belum bisa memfasilitasi potensi pariwisata ini)

Air Soda berada di Desa Parbubu, dan bukan merupakan pemandian mewah, hanya sebatas kolam pemandian umum biasa dan tidak memiliki pagar pembatas, bahkan tidak ada tarif masuknya loh. Kita hanya diwajibkan membeli makanan yang disediakan (very nice isn't it?). Hal yang membuat Pemandian Air Soda Parbubu spesial adalah berikut ini (dikutip dari Wikipedia):
  • Warna airnya nyaris berwarna merah sehingga nama Pemandian Air Soda Tarutung dalam bahasa batak toba disebut Aek Rara Tarutung, aek adalah air dan rara adalah merah.
  • Bila kita mandi di air soda maka tubuh kita akan berbusa dan mata akan perih jika terkena percikan airnya.
  • Airnya tidak lengket dibadan seperti minuman bersoda
  • Air soda ini seperti membuat badan kita halus dan terasa ringan.
  • Bila diecap airnya terasa ada asinnya.
Waktu itu saya kebetulan tidak ikut mandi, hanya mencelupkan kaki saja karena rencana saya adalah akan mandi air belerang di sekitar Sipoholon. Namun walau hanya dengan celupan kaki, saya sangat amazed dengan soda-soda kecil yang menempel di kaki saya :D dan juga sambil bersantai, kita ditemani dengan pemandangan yang sangat bagus. (ssssttt.... kita juga bisa melihat Bukit Salib Kasih dari Air Soda lho).
 
Di pojok kiri adalah Bukit Salib Kasih. hayo, lihat ga? :)
Jujur, saya masih belum mengerti dengan fenomena Air Soda ini, saat saya melihat airnya berbuih seperti soda, saya mengira akan hangat dan berbau sulfur seperti air belerang, namun ternyata tidak berbau dan tidak panas/hangat. Jika bagian tubuh kita dicelupkan ke dalam kolam, maka buih-buih soda akan memenuhi seluruh bagian kulit. 
Look at my foot!

Widdy and Me

Rasa-rasa infinite pool gitu deh! :))
Daerah Taput merupakan daerah dengan banyak objek wisata pemandian. Katanya sih daerah ini masih termasuk daerah lingkaran cincin api. Pada post yang berikutnya (entah sempatnya kapan hehehe) saya akan cerita mengenai pemandian air panas di sekitar Sipoholon, Toba Lake experience dan lainnyaaaaa! ditunggu yaaaa :)


NB: kalau ada yang mau tanya-tanya how to get here, jangan sungkan-sungkan untuk e-mail saya! ^_^

Cheers,
 

 


 
Traveling while working?
Working while traveling?
Know the difference.

Tulisan ini adalah hasil curahan hati tukang jalan seperti saya menghadapi tugas keluar kota/negeri. 

Pada dasarnya, saya bisa mengatakan bahwa saya pernah menjalani keduanya dan itu dapat berjalan berdampingan kok, asal tahu saja bagaimana tips dan triknya. 

Working while traveling

kaya gini asik kan? :p images from: http://www.smallbiztechnology.com
Bekerja selama traveling itu memang sedikit mengganggu, tapi jika bisa menyiasati waktu untuk menikmati liburan dengan waktu untuk korespondensi dengan pekerjaan kantor, maka niscaya akan menjadi mudah, apalagi jika kita mengambil cuti di hari kerja.

Tipsnya adalah sebagai berikut (tips ini diutamakan jika kamu traveling ke daerah yang dapat akses internet dan telepon) :
1. Jika pekerjaan kamu membutuhkan ketik-mengetik atau sarana komputer, bawalah bahan-bahan yang diperlukan di netbook, flash disk atau smartphone kamu, supaya data yang dibutuhkan untuk pekerjaan dapat diakses dengan mudah,
2. Pastikan telepon genggam kamu selalu aktif supaya hubungan dengan pihak kantor lebih mudah, dan
3. Beritahu rekan kerja kamu jika kamu sedang mengerjakan suatu project tertentu, jadi jika kamu tidak bisa dihubungi, ada orang lain yang mengetahui progress pekerjaan kamu dan tahu letak dokumen yang dibutuhkan.

Traveling while working

Traveling selama bekerja itu adalah anugerah. :p Tapi pastikan semua pekerjaan kamu beres sebelum menikmati daerah yang sedang kamu kunjungi itu.

Sekedar curahan, saya adalah orang yang suka bercanda. Karena candaan saya, ada rekan kantor yang menjadi tidak suka dengan kepergian saya keluar kota untuk bekerja. Ya, ketika mendapat tugas keluar kota, saya sering bilang "jalan-jalan!", padahal saya tidak bermaksud untuk membuat seorang rekan kantor yang jarang keluar kota itu menjadi sebal dengan saya :p (padahal setelah itu saya berpikir serius mengenai pekerjaannya).  Walaupun sesusah apapun pekerjaannya, saya senang jika disuruh keluar kota. Untuk masalah dengan rekan tersebut,bos saya pernah dengan bijak berkata kepada saya: "Di setiap kantor pasti ada orang yang tidak cocok, jadi coba lah untuk bersabar dan tetap profesional menjalai pekerjaan" *yiha, bos saya mendukung*

Bekerja di daerah luar kota itu saja sudah termasuk traveling, tinggal bagaimana kamu menikmati pekerjaanmu saja. hehehehe Sejauh ini sih saya bisa mensiasati porsi pekerjaan dengan porsi menikmati potensi wisata daerah yang saya kunjungi tersebut. 


Jalan-jalan ke Batu setelah training di salah satu pabrik rokok di Malang. Saya hanya punya waktu 24 Jam di sini, kenapa tidak dimanfaatkan? Iya nggak? :D
 
Spesial pake telor untuk rekan kerja saya tercinta, saya sisihkan paragraf terakhir untuk situ:

1. Saya kroscek semua perkataan anda mengenai saya ke orang-orang terkait, yang menurut anda "tidak suka" "diintimidasi" "direweli" oleh saya, orang tersebut bahkan tidak merasa demikian, jadi saya menggangap bahwa ini termasuk tuduhan serius dan memberatkan saya, tapi saya ikhlas lahir-batin kok.
2. Candaan saya untuk menggunakan AirAsia daripada LionAir itu jangan ditanggapi serius, kalau saya minta terbang dengan Garuda Indonesia, barulah anda bisa sinis, wong AA dan LA sama-sama low cost carrier kok, apa yang mau dibandingin? :D
3. Lain kali, langsung saya bilang ke saya kalau ada apa-apa, jangan lewat jalur belakang, kaya calo tiket aja ;)
4. Maaf kalau anda merasa "gengges" dengan saya (tapi saya gatau arti gengges sih), tapi bukan saya yang meminta pekerjaan ini. Saya hanya bercanda hampir 2minggu sebelum ada keputusan berangkat/siapa yang mengerjakan pekerjaan ini. Pada hari H-4 deadline baru saya tiba-tiba diminta pergi. Saya saja lupa kalau saya pernah bercanda untuk minta diberangkatkan.
5. Saya tidak pernah mengurusi pekerjaan anda, jadi anda bisa untuk tidak mengurusi pekerjaan saya kan? kalau terus ngurusi kerjaan orang, nanti makin lama lho dapet jodohnya :-*

Cheers,
Sebelum lebaran kemarin, tante tiri saya dan anak-anaknya dari Palembang singgah ke Jakarta dengan tujuan akan berlebaran di Bandung. Nahasnya, mobil tante saya yang dipakai dari Palembang rusak saat memasuki Bakauheni. Koplingnya rusak, tapi ajaib sekali masih bisa selamat dan jalan sampai rumah saya (Bekasi City nan Tegar Beriman) :p

Selagi mobil masuk bengkel, tante saya inisiatif mengajak ke Dufan dan meminta saya mengantarnya, karena anak-anaknya belum pernah ada yang ke Dufan, saya setuju saja, toh saya sudah lama sekali tidak ke Dufan. Terakhir kesana bersama mantan pacar saya sekitar 6 tahun lalu, dapat tiket gratisan pula :p (sungguh kenangan) >_<

Malam sebelum hari H, saya menelepon Dufan jam 11 malam (saya cukup kaget karena hotline mereka buka 24 jam!!!). Menurut customer service yang mengangkat saat itu, Dufan sedang tidak ada promosi apapun, jadi harga normal yang ditarifkan, yaitu IDR 250.000 per orang. Karena saya masih kurang rela dengan harga tiketnya, saya coba mengusulkan untuk ke JungleLand, kebetulan sepupu saya pada hari sebelumnya juga menyarankan ke JungleLand dan adiknya ingin sekali mencoba KRL, so jadilah tujuan kita berubah. 

Setelah browsing-browsing mengenai cara menuju kesana dengan menaiki KRL, ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya baca, seperti:
1. Naik TransPakuan menuju Bellanova Sentul (saya tidak bilang ini salah, tapi..... nanti saya ceritakan)
2. Naik bus langsung ke Nirwana Sentul dari Botani, lalu naik shuttle bus (yang ini benar-benar salah)
3. Pulangnya mudah karena banyak Ojek dari JungleLand menuju Bellanova untuk naik TransPakuan

Kenyataan yang saya alami:
1. Angkutan menuju Botani Square, yaitu angkot 03 cukup sulit, karena selalu penuh dan jalannya cukup berputar-putar (lelah di jalan)
2. Halte TransPakuan cukup jauh dari Botani (tidak terlihat dari Botani :( )
3. Tidak ada bus dari Botani
4. Tidak ada shuttle bus ke JungleLand DARIMANAPUN

Penjelasan lebih lanjut:
Akhirnya karena kelelahan, kami langsung saja naik TaksiBiru dari Botani ke JungleLand (IDR 60.000, Tol IDR 1.500), yang menurut kami lebih tidak menghabiskan waktu, daripada saya harus berlama-lama di TransPakuan yang hanya sampai Bellanova. Dan ternyata memang dugaan saya cukup akurat, dari Bellanova sulit sekali mencari angkutan publik ke JungleLand yang ternyata terletak di ujung sentul (masih belasan kilometer hingga sampai ke JungleLand, argo dari IDR 20 ribuan saat masuk sentul, menjadi 60 ribu saat sampai JungleLand). :( Jauh sekali, tidak ramah dengan orang-orang irit seperti saya ini. 

Setelah sampai, saya agak takut. Bagaimana nih nanti akomodasi untuk pulangnya?. Supir taksi yang saya naiki memberikan saya nomer telepon pangkalannya yang di Sentul, lalu saya pikir "Yasudah lah, berarti nanti langsung naik taksi sampai rumah saja". Tapi kekesalan saya tidak cukup sampai disini saja, nanti saya ceritakan lebih lanjut, sekarang kita review saja wahananya.

The Gate
 

Saat masuk, saya cukup kagum dengan pintu masuknya yang cukup mewah dan megah, belum lagi ada kerangka bundar yang besar seperti di Universal Studios Singapore gitu, saya langsung sumringah deh (hehehehe). Setelah berfoto-foto, saya langsung menuju kaunter pembelian tiket seharga IDR 100.000. 
pintu masuk

sekitar pintu masuk
The Game

Setelah masuk, saya cuma bisa tercengang. Besar, tempatnya luas sekali! TAPI ... tapiiii.... wahanya yang dapat dinaiki bisa dihitung dengan jari, sedikit sekali, dan sangat gersang bila dibanding Dufan. Kalau kata sepupu saya "Yah mbak, beda banget sama yang di websitenya!" Saya pun berfikir demikian karena dari yang saya baca adalah JungleLand ingin jadi theme park terbesar di Asia, jadi ekspetasi saya cukup tinggi. 

Candi yang belum jadi

Masih belum jadi :(

Lagi-lagi saya cukup kecewa karena saya ingin sekali naik Ferris Wheel (kincir ria), tapi ternyata belum dibuka, belum lagi wahana yang lain banyak sekali yang ditutup. Tapi dengan semangat liburan, kita coba menikmati saja wahana yang ada.\(^_^)/

Petir

Mobil Jeger-Jeger

Mau dibikin rodeo-rodeo gitu deh kayanya

Pontang-panting, my fave ride :D

Hihiberan
Oh iya, di JungleLand ada FunScience Adventure, yang menurut saya konsepnya cukup bagus, kita bisa berinteraksi dengan robot-robot yang berbentuk hewan dan percobaan-percobaan science ringan yang dapat menambah pengetahuan anak-anak, namun lagi-lagi, sudah banyak yang rusak atau tidak berfungsi, padahal JungleLand kan masih baru(?).
  
Giant metugi :D

The sad Girin
Setelah menghabiskan hari, saya berencana untuk pulang dengan memesan taksi, namun ternyata taksi sekelas TaksiBiru tidak mau menjemput di JungleLand, karena termasuk tempat umum, dan pool yang di Sentul juga tidak mau menjemput kita. Karena cukup pusing, saya sejenak terdiam dan coba bertanya-tanya kepada satpam mengenai ojek, namun ternyata jarak untuk mendapatkan ojek jauh sekali, saya harus jalan kali 2Km untuk mendapatkan ojek yang belum tentu ada. 

Shuttle bus? Tidak ada yang namanya Shuttle bus di sini, yang ada hanya Shuttle car yang khusus mengantar anda yang parkirnya jauh dari gate masuk. :-| Dengan berpasrah muka, saya minta tolong saja supir shuttle car untuk mengantar kita ke BellaNova dengan membayar beberapa lembar sepuluh ribu -_- Saat di jalan, hujan turun dengan derasnya, makin rusaklah mood saya. Namun karena perjalanan ke Bellanova cukup memakan waktu, akhirnya kami bisa sampai saat hujan reda. 

Sampai di Bellanova, saya sudah terlanjur lelah, jadi kami putuskan untuk langsung menggunakan taksi untuk pulang ke rumah. :-|

Overall, saya mempunyai hari yang cukup menyenangkan karena saya membawa sepupu yang masih SD, jadi saya harus ikut bersenang-senang dong :)

Apa kalian sudah ada yang kesana juga? :)

Cheers,









UPDATE: Hai, ini karin! menurut update dari kerjaan saya yang sering blogwalking, sekarang dari bellanova sudah ada shuttle bus ke JungleLand dan saya belum kesana lagi, so don't take this review as a bad one yah.. :) 
 
Older Posts Home

Search This Blog

About Me

My Photo
Karinyoo
♡ petite fille ♡ traveling noob ♡ love cheap things ♡ for inquiries and (or) exchange link, email me at: karin.karinyoo[at]gmail.com
View my complete profile

POPULAR POSTS

  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 3 (UPDATED - FINISHED)
  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 2
  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 1
  • Korean Language Class
  • Mars Kitchen (Update Post)
  • Solo Trip 3 Negara (Part 1: Kuala Lumpur, Malaysia)
  • Karinyoo is back!
  • Jungle Land: Bogor (The unfinished business)
  • Cara Membuat SKCK Online untuk keperluan VISA Luar Negeri (Mabes Polri)
  • Solo Trip 3 Negara (Part 2: Hat Yai, Thailand)

Blog Archive

  • ▼  2019 (2)
    • ▼  December (1)
      • Karinyoo is back!
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2013 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  November (7)
@karinyoo 2012-2015. Powered by Blogger.

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates