Walking with Karinyoo!
  • Home
  • Traveling
  • Diary
  • Features
    • coming soon
    • comng soon
      • under construction
      • under construction
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • The Author
This hashtag make me sing "SAKITNYAAA TUH DISINIIIIII" *tunjuk dompet*

Selamat Tahun Baru 2015 All!!! *teeettt toooottt twweeeeee* *jedar-jedeeeerrrr*

Beberapa teman di Path ada yang pakai slogan "Indonesia aja dulu!", menandakan bahwa traveling saja dulu di Indonesia baru ke luar negeri (FYI, Indonesia punya 18.306 pulau dan hampir lebih dari 50%nya belum bernama, coba silahkan cek mbah gugelnya kalo ga percaya) hehehe.

Siapa sih yang tidak mau keliling Indonesia seperti mas Ramon Y. Tungka dalam 100 hari keliling Indonesia atau mbak-mbak petualang di acara traveling Tr*ns7 atau Tr*ns TV? SIAPAAAA?!!!!

Siapa sih yang tidak mau ke Derawan untuk berenang bareng ubur-ubur, ke Kiluan melihat ratusan lumba-lumba menari, apalagi ke pulau Komodo, bahkan Raja Ampat yang surganya para divers!! SIAPAAA?!!!

Tapi......

Sebagai backpacker dan traveler yang kere (baca: irit, atau pelit, ATAU miskin -terserah anda :p), saya sebenarnya sangat mendukung bahwa Indonesia adalah surga, traveler dunia saja banyak yang bela-belain untuk traveling keliling Indonesia karena keunikan, keanekaragaman budaya, keindahan alam dan lainnya.... tapi....(ya TAPI)... biaya traveling di Indonesia sesungguhnya tidak bersahabat dengan saya, karena sebagai berikut:

1. Saya kere (no further explanation needed)
2. Saya pekerja kantoran (having a long vacation is absolutely IMPOSSIBRUUU)
3. Balik lagi, saya kere (#lahhhh)

Iya, untuk daerah Jawa, saya suka berpergian ke tempat-tempat yang mudah dijangkau (dan murah tentunya) namun memiliki keindahan dan keunikan, seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Indramayu, Cirebon dan lain-lain. Psst.... banyak yang belum mengetahui bahwa kita bisa diving di Indramayu, IYA INDRAMAYUUUU (coba googling pulau Biawak) :)

Daerah Sumatera pun saya (coba) untuk kesana, so far, saya baru bisa ke Belitung, Palembang, Lampung dan Medan.. daerah lain, saya belum mampu kesana tanpa tiket promo ataupun business trip. Heuheuheu... (contoh: saya bisa ke Danau Toba karena dapat tiket promo Tiger Airways 400ribu berdua, kalau tidak, mungkin sampai sekarang saya masih menghayal mengenai seberapa besar danau Toba dan pulau Samosir itu. hehe)

Saya memaklumi karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan yang sangat besar membuat sarana transportasi di Indonesia terbilang cukup mahal. Saya sudah berulang kali diundang untuk berlibur ke Halmahera oleh tante saya (saya sudah "ngiler" karena selalu diceritakan tentang mudahnya "nyiduk" ikan di lautan yang sebening kaca). Namun apa daya, harga tiket PP Ternate dengan harga tiket PP Korea Selatan ternyata lebih murah ke Korsel. #HIKSSSSS

Contoh lain, saya suka sekali dengan Snorkeling, berulang kali impian saya untuk ke Derawan dan Bunaken sirna..hanya karena shock melihat harga tiket yang tidak bersahabat dengan kantong saya. Lalu sayapun berubah haluan ketika melihat harga tiket ke luar negeri sedang 'banting harga'. Dengan mengeluarkan 500ribu rupiah, saya sudah mengantongi tiket pulang pergi Kuala Lumpur.. tidak demikian jika saya mau liburan ke Lombok. Ujung-ujungnya, kalau mau Snorkeling ya ke pulau Seribu aja. Huh, lagi-lagi, duit.

Sebenarnya banyak cara untuk traveling murah ke daerah yang jauh di Indonesia, tapi, cara tersebut cukup memakan waktu karena pastinya tidak menggunakan/menghindari pengunaan transportasi udara yang membuat budget bengkak (apalagi buat saya yang jatah cutinya "terbatas" dan punya pekerjaan yang posesif -gak bisa banget ditinggal-). Hehehe..

Terkadang saya bertengkar dengan hati jika sudah menyangkut masalah destinasi liburan. Orang bisa saja bilang "Ya kalau niat ke XXXX, nabung dong dari sekarang, fokus!". wah, benar... eh tapi, ternyata tidak semudah itu kok. Saya butuh 2 tahun untuk mengumpulkan dana traveling ke Korea...apalagi sembari menabung tersebut saya juga tidak tahan godaan untuk traveling ke tempat lain. hehehe, namanya juga backpacker kere, setiap ada yang murah pasti langsung jalan saja, karena mottonya "yang penting jalan!"... sebagai orang yang suka traveling, terkadang sebulan tidak jalan-jalan sudah gelisah sendiri, sudah seperti mas-mas yang mau berhenti merokok gitu. hehehe

Dulu sih saya cukup garis keras bisa ngomong "Indonesia Aja Dulu!", tapi sekarang "Jalan aja dulu!" hahahaha...

Semoga di tahun 2015 ini saya bisa menelusuri Indonesia lebih luas lagi!
FIGHTINGGGGG!!!!
Hai sudah lamaaaa tidak bersua... so many things to do, I've also traveled a lot this year... but no evidence since i never update this bloggie. HOHO...

Menurut judul, Interstellar, Rosetta dan hari Ayah sedunia... tiga hal itu lagi eksis ya akhir-akhir ini.. di berbagai sosial media, teman-teman post berbagai macam berita tentang tiga hal tersebut. Saya malah gloomy. loh kok? 

iya, gloomy banget, karena jadi inget Ayahanda tercinta yang sudah meninggalkan saya 16 tahun lalu.

daaadyyy, how are you? are you seeing me now?  
this spoiled little girl is missing you so much </3

Dahulu, ketika anak manja dibilang "anak mama", saya adalah "anak ayah" banget. Sedari kecil, Ayah mengajarkan saya musik (he was a great saxophone player and a skillful pianist), menggambar (now you know where's me&my bro's manga skill come from) dan segala sesuatu tentang Astronomi dan saya memang suka sekali tentang hal-hal tersebut.. beliau mengajak karin kecil ke kwitang, mencari buku, dari mulai kariage kun, doraemon sampai buku rasi-rasi bintang.  

Walaupun samar, saya ingat Ayah membawa saya ke planetarium Jakarta.. semenjak dari situ, saya suka sekali melihat langit malam, menerka-nerka mana yang bintang saya, Taurus dan bintang Ayah saya, Aries. Ya, saya dan Ayah hanya berjarak 5 hari ulang tahunnya, mirip seperti mama dan kakak saya yang berjarak 6 hari (both of them are Geminis, that's whaaaaeeyyyy it's hard to talk with them as a tauro :D)

Saya pernah minta dibelikan teropong bintang, namun ternyata belum sempat terjadi karena kesehatan Ayah makin memburuk dan ia  menghabiskan hampir seluruh waktunya di kantor dan rumah sakit (kantor Ayah di TAM Sunter dan rawat inap RS Mediros Pulo Gadung, jarak kedua tempat tersebut cukup dekat). Oh my, recalling these memories makes me sad.  :(

Interstellar and Rosetta's philae lander

I love everything about outer space, makanya saya suka banget sama do min joon #ehhhhh

I believeeeee that this one really exist! hah! XD

No, i really love it since i was a kid, pernah juga bermimpi menjadi Astronom saat SMA kelas 1, yang lalu harapan itu terbuang jauh karena saya benci dengan fisika dan matematika dan memilih untuk mengambil jurusan sosial saat kelas 2. Padahal, saat SMP, nilai fisika saya selalu diatas 9, karena saya suka sekali dengan fisika...karena menurut saya fisika itu menarik dibandingkan matematika. hehehe terima kasih pak Anton (guru fisika saya saat kelas 1), yang telah membuat saya saat ini jadi Kriminolog handal (T_T) hahahhaa..

Kebetulan sekali saya bertemu dengan manusia unik yang saat ini menjadi pendamping saya, Andre. he loves stars... kepengen juga punya teleskop (yea, we browsed around ACE hardware just to see bicycle equipment and telescope).. we both believed that somewhere, in another galaxy, in another planet... there's a colony of humans, just like us.

A bizarre Centaur A galaxy, credit to ESO,
http://www.eso.org/public/images/eso1221a/
Stars and everything above the sky are absolute marvelous, we both fascinated and curious about what happen in the upper sky, and why they are so fabulous..

It is so dark yet rhapsodical.
It is indeed scary but also enchanting.

We watched Interstellar and thankfully we enjoyed the movie although WHYYY it must be 3 hours long?? T_T *pijet pundak dan leher karena dapet row depan di IMAX*

After Interstellar, my eyes were fed up with the beauty of comet 67P, Rosetta's selfie and Philae's landing moment. I overwhelmed with these eyegasm and almost brought me to tears, because it is reminding me of my father and his passion teaching me astronomy when i was a daddy's little girl.

Epic selfie by Rosetta's navcam, you can see the rest at instagram.com/rosettamission
Thank you pakde Nolan, om Zimmer, European Space Agency, Rosetta and Philae for bringing up the star-lover-little-girl in me and memories of my beloved dad.

Ayah, apa Ayah stuck di dalam wormhole seperti do min joon atau terjebak di alam 5 dimensi seperti om cooper? (this is really a bad jokes, Karin!)

Murph and Cooper, taken from https://respondblogs.files.wordpress.com/2014/11/cooper-and-murph.jpg

Sorry dad, but you know that you left me when i was at Murph's age, right?.
Wherever you are, we knew that you already met the God Almighty.

You know i love you more than anything. 
Doakan anakmu ini otaknya lurus lagi ya Yah, :)

Me at Huta Ginjang, the highest hill to see whole Toba Lake
 
Hello, late post from me.
There were many things happened that keep me busy.
This year is the busiest year in my life; from personal, social to work life. 
I really want to post all my trip in the past >12months. 
I've been to many places, experiences many new things and other. 
I will try to keep the pace posting my path in this blog (again).

alert:
Maybe i will just posting (only) pictures of my past trip(s).
Do not hesitate to ask me about the places I'll posted.

enjoy,
Much love. Karin


Scene captured from Menara Tele

Scene captured from Menara Tele

Scene captured from Menara Tele (it looks like rural area in Japan right?)

Batak King statue at Samosir Island

"hordes of cows" at Samosir Island
Me and Widdo. Hurrah! Horas!

Hola! akhirnya bisa ada waktu ngepost juga karena lagi tidak begitu sibuk di minggu ini.

Beberapa waktu yang lalu (dua bulan yang lalu deng -_-), saya berkesempatan untuk pergi ke Toba Samosir karena mendapatkan tiket super murah dari Tiger, berdua hanya 700ribu pulang-pergi. 

Inginnya sih cerita dari Jakarta ke Medan, tapi saya udah kepengen banget ngepost pengalaman saya berkunjung ke Air Soda Parbubu, yang berada di Tarutung, Tapanuli Utara. Pemandian Air Soda ini berjarak sekitar 1 jam dari Balige (kebetulan saya menginap di rumah opung travelmate saya di Balige).
 
Welcome!
Kolam Air Soda? apa bedanya dengan T*bs (tea with shocking soda)? hahahahaha... beda banget dong. 

Pemandian Air Soda ini adalah salah satu keajaiban yang konon katanya cuma ada dua di dunia, yaitu di Tapanuli Utara ini dan satu lagi di Venezuella (woooow)!. Air Soda sudah dikelola sejak tahun 1976, tapi masih perseorangan, bukan pemerintah (katanya sih, pemerintah Taput dinilai belum bisa memfasilitasi potensi pariwisata ini)

Air Soda berada di Desa Parbubu, dan bukan merupakan pemandian mewah, hanya sebatas kolam pemandian umum biasa dan tidak memiliki pagar pembatas, bahkan tidak ada tarif masuknya loh. Kita hanya diwajibkan membeli makanan yang disediakan (very nice isn't it?). Hal yang membuat Pemandian Air Soda Parbubu spesial adalah berikut ini (dikutip dari Wikipedia):
  • Warna airnya nyaris berwarna merah sehingga nama Pemandian Air Soda Tarutung dalam bahasa batak toba disebut Aek Rara Tarutung, aek adalah air dan rara adalah merah.
  • Bila kita mandi di air soda maka tubuh kita akan berbusa dan mata akan perih jika terkena percikan airnya.
  • Airnya tidak lengket dibadan seperti minuman bersoda
  • Air soda ini seperti membuat badan kita halus dan terasa ringan.
  • Bila diecap airnya terasa ada asinnya.
Waktu itu saya kebetulan tidak ikut mandi, hanya mencelupkan kaki saja karena rencana saya adalah akan mandi air belerang di sekitar Sipoholon. Namun walau hanya dengan celupan kaki, saya sangat amazed dengan soda-soda kecil yang menempel di kaki saya :D dan juga sambil bersantai, kita ditemani dengan pemandangan yang sangat bagus. (ssssttt.... kita juga bisa melihat Bukit Salib Kasih dari Air Soda lho).
 
Di pojok kiri adalah Bukit Salib Kasih. hayo, lihat ga? :)
Jujur, saya masih belum mengerti dengan fenomena Air Soda ini, saat saya melihat airnya berbuih seperti soda, saya mengira akan hangat dan berbau sulfur seperti air belerang, namun ternyata tidak berbau dan tidak panas/hangat. Jika bagian tubuh kita dicelupkan ke dalam kolam, maka buih-buih soda akan memenuhi seluruh bagian kulit. 
Look at my foot!

Widdy and Me

Rasa-rasa infinite pool gitu deh! :))
Daerah Taput merupakan daerah dengan banyak objek wisata pemandian. Katanya sih daerah ini masih termasuk daerah lingkaran cincin api. Pada post yang berikutnya (entah sempatnya kapan hehehe) saya akan cerita mengenai pemandian air panas di sekitar Sipoholon, Toba Lake experience dan lainnyaaaaa! ditunggu yaaaa :)


NB: kalau ada yang mau tanya-tanya how to get here, jangan sungkan-sungkan untuk e-mail saya! ^_^

Cheers,
 

 


 
Due to my working load at the office, it will be quite late to post on the blog :(

my debt are to post these theme:

- Sleeping coach train experience in Malaysia
- Holiday report from North Tapanuli, Toba and Medan
- Next travel planning
- Some of local food experiences
- My recent hobbies and activities



XOXO,

Saya ingin sekali pergi ke Korea, tapi sayang belum juga kesampaian. 
Inginnya sih sekalian belajar sesuatu atau sambil bekerja (kalau bisa) hehehehehe....

Dengan mimpi itu, saya mulai belajar bahasa Korea di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). KCC itu adalah lembaga resmi dari Kedutaan, jadi sama seperti CCF-nya Perancis, Japan Foundation-nya Jepang, Goethe-nya Jerman, dll :D

Saya ingat pertama kali saya masuk kelas, saya pendiam sekali, tidak punya teman dan malu untuk mengajak bicara teman di sekeliling saya (>_<) maluuuuuu... tapi lama-kelamaan, kita akrab sekali :D

Duh jadi kemana-mana hehehe, coba sekarang saya jelaskan mengenai Kelas bahasa di KCC.

Kelas bahasa Korea di KCC ada banyak sekali tingkatan, seperti:
  • Dasar 1-4
  • Menengah 1-3
  • Lanjutan 1-2
  • Conversation
  • Kelas Film dan Musik
Biaya untuk mengikuti kelas bahasa juga tidak begitu mahal (IDR 720.000/level) jika saya bandingkan dengan lembaga bahasa di kampus saya, LBI UI, apalagi di KCC gurunya adalah native, jadi kita lebih mudah untuk berbicara dengan baik dan benar. :) 

Pada tiap akhir term akan diadakan tes dan akan mendapatkan sertifikat dari King Sejong Institute, yaitu penyelenggara kelas bahasa Korea di KCC. Selain dari tes, penilaian juga dari absensi yang tidak boleh kurang dari 75%.

My class experience

Bahasa Korea adalah satu-satunya bahasa yang "dibuat" dan diketahui sejarah pembuatannya. Pencipta Hangeul adalah Raja Sejong (coba nonton Deep Rooted Tree, Song Jong Ki berperan sebagai Sejong muda <3).

Saya senang sekali belajar di kelas Rabu-Jum'at pukul 18.30-21.00 dengan Guru Kim. Kim sem (singkatan dari Seon Saeng Nim, yang artinya Guru), sangat humoris dan cukup fasih berbahasa Indonesia dibandingkan dengan guru-guru yang lain karena beliau pernah lama di Jogja untuk mengajar sebelum akhirnya bekerja di salah satu perusahaan Trading di Jakarta. Sebenarnya, pelajaran bahasa Korea tidak begitu sulit, namun diperlukan perbendaharaan kata yang banyak agar lebih memudahkan kita untuk mengerti.

Teman-teman di kelas saya pun bervariasi, dari mulai pasangan suami-istri, anak SMA (Asya maknae!) sampai manusia seperti saya ini ^_^ bisa cek Blognya Nadya Eonnie~ yang ngebahas tentang kelas bahasa Korea :)

내 친구 dan 우리 선생님!
Saat ini saya akan melanjutkan ke kelas Dasar 2, doakan ya! :D

UPDATE: Saya sudah sampai di Level 4 (susunan sudah berganti seiring dengan waktu :D)

안녕하세요!
Traveling while working?
Working while traveling?
Know the difference.

Tulisan ini adalah hasil curahan hati tukang jalan seperti saya menghadapi tugas keluar kota/negeri. 

Pada dasarnya, saya bisa mengatakan bahwa saya pernah menjalani keduanya dan itu dapat berjalan berdampingan kok, asal tahu saja bagaimana tips dan triknya. 

Working while traveling

kaya gini asik kan? :p images from: http://www.smallbiztechnology.com
Bekerja selama traveling itu memang sedikit mengganggu, tapi jika bisa menyiasati waktu untuk menikmati liburan dengan waktu untuk korespondensi dengan pekerjaan kantor, maka niscaya akan menjadi mudah, apalagi jika kita mengambil cuti di hari kerja.

Tipsnya adalah sebagai berikut (tips ini diutamakan jika kamu traveling ke daerah yang dapat akses internet dan telepon) :
1. Jika pekerjaan kamu membutuhkan ketik-mengetik atau sarana komputer, bawalah bahan-bahan yang diperlukan di netbook, flash disk atau smartphone kamu, supaya data yang dibutuhkan untuk pekerjaan dapat diakses dengan mudah,
2. Pastikan telepon genggam kamu selalu aktif supaya hubungan dengan pihak kantor lebih mudah, dan
3. Beritahu rekan kerja kamu jika kamu sedang mengerjakan suatu project tertentu, jadi jika kamu tidak bisa dihubungi, ada orang lain yang mengetahui progress pekerjaan kamu dan tahu letak dokumen yang dibutuhkan.

Traveling while working

Traveling selama bekerja itu adalah anugerah. :p Tapi pastikan semua pekerjaan kamu beres sebelum menikmati daerah yang sedang kamu kunjungi itu.

Sekedar curahan, saya adalah orang yang suka bercanda. Karena candaan saya, ada rekan kantor yang menjadi tidak suka dengan kepergian saya keluar kota untuk bekerja. Ya, ketika mendapat tugas keluar kota, saya sering bilang "jalan-jalan!", padahal saya tidak bermaksud untuk membuat seorang rekan kantor yang jarang keluar kota itu menjadi sebal dengan saya :p (padahal setelah itu saya berpikir serius mengenai pekerjaannya).  Walaupun sesusah apapun pekerjaannya, saya senang jika disuruh keluar kota. Untuk masalah dengan rekan tersebut,bos saya pernah dengan bijak berkata kepada saya: "Di setiap kantor pasti ada orang yang tidak cocok, jadi coba lah untuk bersabar dan tetap profesional menjalai pekerjaan" *yiha, bos saya mendukung*

Bekerja di daerah luar kota itu saja sudah termasuk traveling, tinggal bagaimana kamu menikmati pekerjaanmu saja. hehehehe Sejauh ini sih saya bisa mensiasati porsi pekerjaan dengan porsi menikmati potensi wisata daerah yang saya kunjungi tersebut. 


Jalan-jalan ke Batu setelah training di salah satu pabrik rokok di Malang. Saya hanya punya waktu 24 Jam di sini, kenapa tidak dimanfaatkan? Iya nggak? :D
 
Spesial pake telor untuk rekan kerja saya tercinta, saya sisihkan paragraf terakhir untuk situ:

1. Saya kroscek semua perkataan anda mengenai saya ke orang-orang terkait, yang menurut anda "tidak suka" "diintimidasi" "direweli" oleh saya, orang tersebut bahkan tidak merasa demikian, jadi saya menggangap bahwa ini termasuk tuduhan serius dan memberatkan saya, tapi saya ikhlas lahir-batin kok.
2. Candaan saya untuk menggunakan AirAsia daripada LionAir itu jangan ditanggapi serius, kalau saya minta terbang dengan Garuda Indonesia, barulah anda bisa sinis, wong AA dan LA sama-sama low cost carrier kok, apa yang mau dibandingin? :D
3. Lain kali, langsung saya bilang ke saya kalau ada apa-apa, jangan lewat jalur belakang, kaya calo tiket aja ;)
4. Maaf kalau anda merasa "gengges" dengan saya (tapi saya gatau arti gengges sih), tapi bukan saya yang meminta pekerjaan ini. Saya hanya bercanda hampir 2minggu sebelum ada keputusan berangkat/siapa yang mengerjakan pekerjaan ini. Pada hari H-4 deadline baru saya tiba-tiba diminta pergi. Saya saja lupa kalau saya pernah bercanda untuk minta diberangkatkan.
5. Saya tidak pernah mengurusi pekerjaan anda, jadi anda bisa untuk tidak mengurusi pekerjaan saya kan? kalau terus ngurusi kerjaan orang, nanti makin lama lho dapet jodohnya :-*

Cheers,
Sebelum lebaran kemarin, tante tiri saya dan anak-anaknya dari Palembang singgah ke Jakarta dengan tujuan akan berlebaran di Bandung. Nahasnya, mobil tante saya yang dipakai dari Palembang rusak saat memasuki Bakauheni. Koplingnya rusak, tapi ajaib sekali masih bisa selamat dan jalan sampai rumah saya (Bekasi City nan Tegar Beriman) :p

Selagi mobil masuk bengkel, tante saya inisiatif mengajak ke Dufan dan meminta saya mengantarnya, karena anak-anaknya belum pernah ada yang ke Dufan, saya setuju saja, toh saya sudah lama sekali tidak ke Dufan. Terakhir kesana bersama mantan pacar saya sekitar 6 tahun lalu, dapat tiket gratisan pula :p (sungguh kenangan) >_<

Malam sebelum hari H, saya menelepon Dufan jam 11 malam (saya cukup kaget karena hotline mereka buka 24 jam!!!). Menurut customer service yang mengangkat saat itu, Dufan sedang tidak ada promosi apapun, jadi harga normal yang ditarifkan, yaitu IDR 250.000 per orang. Karena saya masih kurang rela dengan harga tiketnya, saya coba mengusulkan untuk ke JungleLand, kebetulan sepupu saya pada hari sebelumnya juga menyarankan ke JungleLand dan adiknya ingin sekali mencoba KRL, so jadilah tujuan kita berubah. 

Setelah browsing-browsing mengenai cara menuju kesana dengan menaiki KRL, ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya baca, seperti:
1. Naik TransPakuan menuju Bellanova Sentul (saya tidak bilang ini salah, tapi..... nanti saya ceritakan)
2. Naik bus langsung ke Nirwana Sentul dari Botani, lalu naik shuttle bus (yang ini benar-benar salah)
3. Pulangnya mudah karena banyak Ojek dari JungleLand menuju Bellanova untuk naik TransPakuan

Kenyataan yang saya alami:
1. Angkutan menuju Botani Square, yaitu angkot 03 cukup sulit, karena selalu penuh dan jalannya cukup berputar-putar (lelah di jalan)
2. Halte TransPakuan cukup jauh dari Botani (tidak terlihat dari Botani :( )
3. Tidak ada bus dari Botani
4. Tidak ada shuttle bus ke JungleLand DARIMANAPUN

Penjelasan lebih lanjut:
Akhirnya karena kelelahan, kami langsung saja naik TaksiBiru dari Botani ke JungleLand (IDR 60.000, Tol IDR 1.500), yang menurut kami lebih tidak menghabiskan waktu, daripada saya harus berlama-lama di TransPakuan yang hanya sampai Bellanova. Dan ternyata memang dugaan saya cukup akurat, dari Bellanova sulit sekali mencari angkutan publik ke JungleLand yang ternyata terletak di ujung sentul (masih belasan kilometer hingga sampai ke JungleLand, argo dari IDR 20 ribuan saat masuk sentul, menjadi 60 ribu saat sampai JungleLand). :( Jauh sekali, tidak ramah dengan orang-orang irit seperti saya ini. 

Setelah sampai, saya agak takut. Bagaimana nih nanti akomodasi untuk pulangnya?. Supir taksi yang saya naiki memberikan saya nomer telepon pangkalannya yang di Sentul, lalu saya pikir "Yasudah lah, berarti nanti langsung naik taksi sampai rumah saja". Tapi kekesalan saya tidak cukup sampai disini saja, nanti saya ceritakan lebih lanjut, sekarang kita review saja wahananya.

The Gate
 

Saat masuk, saya cukup kagum dengan pintu masuknya yang cukup mewah dan megah, belum lagi ada kerangka bundar yang besar seperti di Universal Studios Singapore gitu, saya langsung sumringah deh (hehehehe). Setelah berfoto-foto, saya langsung menuju kaunter pembelian tiket seharga IDR 100.000. 
pintu masuk

sekitar pintu masuk
The Game

Setelah masuk, saya cuma bisa tercengang. Besar, tempatnya luas sekali! TAPI ... tapiiii.... wahanya yang dapat dinaiki bisa dihitung dengan jari, sedikit sekali, dan sangat gersang bila dibanding Dufan. Kalau kata sepupu saya "Yah mbak, beda banget sama yang di websitenya!" Saya pun berfikir demikian karena dari yang saya baca adalah JungleLand ingin jadi theme park terbesar di Asia, jadi ekspetasi saya cukup tinggi. 

Candi yang belum jadi

Masih belum jadi :(

Lagi-lagi saya cukup kecewa karena saya ingin sekali naik Ferris Wheel (kincir ria), tapi ternyata belum dibuka, belum lagi wahana yang lain banyak sekali yang ditutup. Tapi dengan semangat liburan, kita coba menikmati saja wahana yang ada.\(^_^)/

Petir

Mobil Jeger-Jeger

Mau dibikin rodeo-rodeo gitu deh kayanya

Pontang-panting, my fave ride :D

Hihiberan
Oh iya, di JungleLand ada FunScience Adventure, yang menurut saya konsepnya cukup bagus, kita bisa berinteraksi dengan robot-robot yang berbentuk hewan dan percobaan-percobaan science ringan yang dapat menambah pengetahuan anak-anak, namun lagi-lagi, sudah banyak yang rusak atau tidak berfungsi, padahal JungleLand kan masih baru(?).
  
Giant metugi :D

The sad Girin
Setelah menghabiskan hari, saya berencana untuk pulang dengan memesan taksi, namun ternyata taksi sekelas TaksiBiru tidak mau menjemput di JungleLand, karena termasuk tempat umum, dan pool yang di Sentul juga tidak mau menjemput kita. Karena cukup pusing, saya sejenak terdiam dan coba bertanya-tanya kepada satpam mengenai ojek, namun ternyata jarak untuk mendapatkan ojek jauh sekali, saya harus jalan kali 2Km untuk mendapatkan ojek yang belum tentu ada. 

Shuttle bus? Tidak ada yang namanya Shuttle bus di sini, yang ada hanya Shuttle car yang khusus mengantar anda yang parkirnya jauh dari gate masuk. :-| Dengan berpasrah muka, saya minta tolong saja supir shuttle car untuk mengantar kita ke BellaNova dengan membayar beberapa lembar sepuluh ribu -_- Saat di jalan, hujan turun dengan derasnya, makin rusaklah mood saya. Namun karena perjalanan ke Bellanova cukup memakan waktu, akhirnya kami bisa sampai saat hujan reda. 

Sampai di Bellanova, saya sudah terlanjur lelah, jadi kami putuskan untuk langsung menggunakan taksi untuk pulang ke rumah. :-|

Overall, saya mempunyai hari yang cukup menyenangkan karena saya membawa sepupu yang masih SD, jadi saya harus ikut bersenang-senang dong :)

Apa kalian sudah ada yang kesana juga? :)

Cheers,









UPDATE: Hai, ini karin! menurut update dari kerjaan saya yang sering blogwalking, sekarang dari bellanova sudah ada shuttle bus ke JungleLand dan saya belum kesana lagi, so don't take this review as a bad one yah.. :) 
 
Newer Posts Older Posts Home

Search This Blog

About Me

My Photo
Karinyoo
♡ petite fille ♡ traveling noob ♡ love cheap things ♡ for inquiries and (or) exchange link, email me at: karin.karinyoo[at]gmail.com
View my complete profile

POPULAR POSTS

  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 3 (UPDATED - FINISHED)
  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 1
  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 2
  • Mars Kitchen (Update Post)
  • Korean Language Class
  • Solo Trip 3 Negara (Part 1: Kuala Lumpur, Malaysia)
  • Need a refreshment!
  • Solo Trip 3 Negara (Part 2: Hat Yai, Thailand)
  • My life as a weekend-tour guide
  • Bira Island: a Private Trip to Abandoned Resort

Blog Archive

  • ▼  2019 (2)
    • ▼  December (1)
      • Karinyoo is back!
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2013 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  November (7)
@karinyoo 2012-2015. Powered by Blogger.

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates