Walking with Karinyoo!
  • Home
  • Traveling
  • Diary
  • Features
    • coming soon
    • comng soon
      • under construction
      • under construction
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • The Author
"We've come a long way from where we began...
Oh, I'll tell you all about it when I see you again..."

Sepenggal lirik dari "See you again"nya Wiz Khalifa sebagao OST Fast and Furious 7... bersenandung lirik tersebut membuat saya sedikit tersenyum dan juga sedih..

Kenapa? karena saya bersyukur dapat menonton franchise film ini bersama dia yang sudah berjanji untuk menyelesaikan menonton FF bersama saya. Lalu? Sedihnya dimana karena kondisi saat itu sangat amat membingungkan untuk saya beradaptasi dengan situasi.

Are you Happy karin? yes indeed!
is your mind is on a peace state? Hell no!

I've been traveling to A LOT of places since the begining of 2015. saya traveling ke KL, Singapura, Hat Yai, Pattaya, Bangkok, Seoul, Surabaya hingga Mojokerto WITHIN F*CKING FOUR MONTHS!! capek gak bro? iya!!!

Rasanya sangat ingin post semua pengalaman seru yang sudah saya lewati, terutama dimana saya solo traveling. Sendirian dan merenungi semua kejadian yang belakangan terjadi. Saat ini saya tidak bisa menulis itu, rasanya sangat tidak bergairah.. mungkin ini yang dinamakan writer's block. dan yang memblok saya itu adalah persoalan yang benar-benar saya tidak pernah menduga akan terjadi kepada saya. 

Jika anda memiliki sebuah kastil yang telah anda tinggali selama puluhan tahun dan tiba-tiba kastil itu akan diubah menjadi sebuah gedung pencakar langit ataupun lapangan sepak bola, apa yang akan anda lakukan? dengan kondisi kastil tersebut adalah tempat anda dibesarkan dan anda ingin tua di kastil tersebut. Tentunya saya akan memperjuangkan tanah yang saya miliki selama puluhan tahun itu. Orang bilang saya lebih baik menjual kastil tersebut karena saya tidak pernah merawatnya, saya hanya suka meninggalinya tanpa tahu dimana atap yang bocor ataupun dimana jembatan yang kayunya sudah rusak. Orang bilang kastil tersebut tidak dapat ditinggali lagi karena sudah mau rubuh dan tidak dapat diperbaiki, lebih baik kastil tersebut saya jual dan pindah ke kondominium mewah. 

Lalu orang tercengang karena saya lebih memilih memperjuangkan kastil tersebut. Kenapa? saya baru menyadari bahwa saya sangat cinta untuk tinggal di tempat itu, saya salah karena saya tidak merawatnya, tidak merenovasinya, tidak dapat membuat orang lain senang untuk mengunjungi kastil saya tersebut. Setiap manusia punya kesalahan, itu lah salah saya, mungkin saya terlalu banyak traveling hingga kastil tersebut hanya menjadi tempat berkeluh jika saya sedang lelah. 

Saat ini saya sedang merenovasi kastil tersebut, tidak dirubuhkan ataupun hanya sekedar di tambal, namun saya berusaha memperbaiki setiap sudut yang sudah usang, mengecatnya hingga orang senang untuk berkunjung ke kastil saya, membuat interior kamar sedemikian rupa hingga saya senang untuk menghabiskan waktu saya di kastil tersebut. 

When people said "if it is already over, then you have to move on"
but I said "if it is over, see why it's over. Try your best to fix it and make it everlasting, then if none of your work succeed, then. yes, you can try move on and maybe start something fresh"

Never give up on anything.. :) 

Sejak Februari saya berdoa agar di bulan April saya dapat berbahagia, karena itu adalah ulang tahun saya dan almarhum ayah saya. April adalah bulan favorit saya dari semua bulan yang ada. Saya bersyukur bulan April ini menjadi awalan yang baik untuk start over yang fresh, dapat berbahagia dan bisa tersenyum lepas. Tapi berat badan saya akan naik lagi sepertinya (setelah dalam dua bulan saya turun 7-8 kilogram). hehe

By the way, traveling saya menyenangkan sekali, apalagi trip saya ke Seoul kemarin. rasanya ingin melayang walupun saya terserang biduran akut. *maklum anak bekasi, gabisa kena dingin dikit* hehehe

I'll try harder to post more, but everyone has their limit. Currently my job is insanely awful and got much stress thou'. Apologize me to post this such things, i love you all. 

Me at company's gala diner in Pattaya <3

Share positivism,
XOXO







Karinyoo
I love to read, saya suka sekali membaca, dari komik hingga novel.. sampai ensiklopedia. hehehe..

Seperti postingan sebelumnya, Februari saya tidak berbunga-bunga seperti layaknya dua muda-mudi yang mengadakan selebrasi romansa diantara mereka #ceileh. 

Sudah enam tahun saya tinggal tidak bersama orang tua, saya tiga tahun ngekost di Depok karena kuliah, dan sudah tiga tahun juga ngekos di Cilandak karena bekerja. Sejujurnya saya suka tinggal jauh dari orang tua, tidak perlu ada yang mengatur kehidupan saya (mau ngapain kek, terserah!); namanya juga anak muda kan. hehehe.. tapi jujur juga, saya kesepian, saya kost sebagai karyawati, pulang malam, tidak bisa ngobrol dengan teman kost (selain tidak akrab, mereka juga pulang malam, sama seperti saya), kadang merasa sendirian ditengah kehidupan yang ramai ini... langsung kangen Ibu juga tentunya..:)

Di kost, saya terkadang hanya bisa nonton, dan untuk mengimbangi hobi menonton film saya di kosan (sehari bisa download 2-3 film), saya sisipkan dengan membaca, saya punya cukup banyak novel di rumah dan kost (tapi tidak sebanyak koleksi komik saya tentunya!). 

Dalam kegelisahan, setelah sendirian wandering di Gramedia PIM, saya teringat bahwa di Path teman-teman saya sedang suka membaca sebuah novel berjudul Dilan. saya pun penasaran untuk membaca novel ini tanpa melihat resensi sebelumnya. Setelah membayar novel Dilan, Agatha Christie: A murder is announced dan sebuah komik berjudul 100 days of tears, saya langsung bingung..mana duluan yang mau dibaca..

Jajanan kemarin
Sudah malam, akhirnya saya baca Agatha Christie terlebih dahulu, namun setelah beberapa penggal kalimat, saya putuskan untuk membaca Dilan. Entah mengapa..

Dalam waktu sekitar 2-3 Jam, saya tertawa terkikik, senyum-senyum sendiri, kadang nyengir sambil gegulingan. Dalam waktu 3 jam saja, Pidi Baiq (penulis), telah berhasil membuat saya jatuh cinta dengan Dilan, membawa saya berimaji dan mengingat situasi tahun 90an (saya lahir 89, jadi mas Dilan SMA, saya baru ultah pertama. hehehehe). 

Saya juga dibawa mengerti perasaan Milea saat itu, saya seperti menjadi Milea yang jatuh cinta dengan segala ke-absurdan pengungkapan cinta Dilan. Bahasa yang digunakan oleh Pidi Baiq sangat lugas, pembaca mudah mengerti apa yang diceritakan, walaupun banyak bahasa tidak baku yang menurut saya agak ganggu jika diselipkan di sebuah kalimat yang sangat formal. Tapi itu tidak berpengaruh besar, saya suka bukunya, SAYA CINTA DILAN!

Membaca Dilan membuat saya mengingat kapan terakhir kali saya merasakan bagaimana rasanya malu-malu-tapi-mau-nya jatuh cinta, sudah 7 tahun yang lalu ternyata saat terakhir saya merasakan hal itu.. namun dari tujuh tahun itu hingga sekarang, saya tidak berhenti untuk jatuh cinta dengannya.. belum bisa berhenti, tepatnya. :) #eaacurcol

Dari banyak blog resensi yang saya baca setelah saya membaca Dilan, banyak kesamaan yang didapat, yaitu penulis bisa membuat mood pembaca jadi baik setelah selesai membaca, kita merasa senang walau "hanya" disuguhi cinta sederhananya abg dengan latar Bandung.

Tidak sabar rasanya menunggu Seri 2 dari Dilan. kemarin malam, kata mas Gramedia beberapa hari dari sekarang seri dua akan rilis! Tidak sabar! 


Judul: Dilan (Dia adalah Dilanku tahun 1990)
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books (Mizan Group)
Tahun Terbit: 2014
Jumlah hal.: 330 hal

Hi, how's life going?

While my February seems little bit bitter, i tasted something sweet at Mars Kitchen, a cafe owned by Chef Rinrin Marinka. Actually, i thought the name of the cafe is Organic, because before they put the signboard titled "Mars Kitchen", the sunbrella printed "organic cafe" and I already visited the cafe before "Mars Kitchen" conduct their grand opening (Chef Rinrin told me that grand opening will be held on early March). 

My first visit was enjoyable and i never thought the cafe is owned by Chef Rinrin. I visited the cafe because it is only 10 meters from my office and it was raining outside. I had appointment with Ciduy, my best friend of 11years, that day and we could not find the proper and nearby restaurant to meet. While thinking, i just think of the newly-opened cafe beside Snappy Fatmawati and i want to try it since the cafe exterior is convincing, hahahaa

"Rin, I'm already at Organic ya" she said.

I directly get an umbrella and walked to the cafe. At first, i did not notice that there were some people gathered at table near the entrance door. Then ciduy told me after we ordered the food "Rin, is that Chef Rinrin? I just watched her on Kick Andy last night!! she said that she'll open a cafe and i think this is her cafe!"

"Really?? masa sih?" i really did not saw her (Chef Rinrin). LOL.

Ciduy, Chef Rinrin and me
After a while, she came to us and asked how's the cake.. we happily to say that the cake are absolutely amazing (for all-natural&gluten-free food, the taste is amazing). We ate carrot cake and chocolate cake... both of them taste delicious but not too sweet (which is nice, i don't really like too-sweet foods). 

Choco cake (IDR 35K)
The interior of the cafe is cozy and calming due its dimmed light and wooden interiors. Chef Rinrin stated that she will added more menus on its grand opening. The current main course available is just a baked rice (red rice) but the selection of cakes and teas are plenteous; as a tea addict, this is a little heaven to me. hahahaha...

Interior
Cozy atmosphere <3

On my second visit, the waiter recognized me and greeted me happily "Hello miss, welcome back". I smile and said "Do you still remember me? wow" hahahaa. At that time, I saw Chef Marinka and Nino Fernandez busily taking care of the customers. 

Gryphon tea, their selection is amazing! (IDR 32K, free 2x refill)

Baked Red Rice, superb! (promotional price IDR 30K, regular price IDR 35K)

Red velvet cupcakes, ENAK!!! (IDR 20K)
Alvin and Vita ordered baked rice and i ordered red velvet cupcakes. I really love the tea, the offers various brand of tea but my favorite is Gyhpon tea. Previously i had so much joy drank Hanami tea, it is tasted like i drink sakura flowers. for the second visit, i ordered Pearl tea (jasmine and Morocco rose), it was great.. hmm.. i mean, GREAT. hahaha because mas Nino brew the tea for me. HAHAHAHA.....   thanks mas Nino, you and chef Rinrin are great couple and very humble. :)

So far, i really like the cafe and i (surely) will visit the cafe again, since they offers great healthy foods and really close to my office. 

Want to visit the cafe?
Mars Kitchen
Jl. RS Fatmawati No. 14B (beside Snappy Fatmawati and Edi Auto/Total Buah Segar)
Jakarta Selatan
Tel. 0813 1166 5788
Twitter: @marskitchenjkt
Instagram: marskitchen
This hashtag make me sing "SAKITNYAAA TUH DISINIIIIII" *tunjuk dompet*

Selamat Tahun Baru 2015 All!!! *teeettt toooottt twweeeeee* *jedar-jedeeeerrrr*

Beberapa teman di Path ada yang pakai slogan "Indonesia aja dulu!", menandakan bahwa traveling saja dulu di Indonesia baru ke luar negeri (FYI, Indonesia punya 18.306 pulau dan hampir lebih dari 50%nya belum bernama, coba silahkan cek mbah gugelnya kalo ga percaya) hehehe.

Siapa sih yang tidak mau keliling Indonesia seperti mas Ramon Y. Tungka dalam 100 hari keliling Indonesia atau mbak-mbak petualang di acara traveling Tr*ns7 atau Tr*ns TV? SIAPAAAA?!!!!

Siapa sih yang tidak mau ke Derawan untuk berenang bareng ubur-ubur, ke Kiluan melihat ratusan lumba-lumba menari, apalagi ke pulau Komodo, bahkan Raja Ampat yang surganya para divers!! SIAPAAA?!!!

Tapi......

Sebagai backpacker dan traveler yang kere (baca: irit, atau pelit, ATAU miskin -terserah anda :p), saya sebenarnya sangat mendukung bahwa Indonesia adalah surga, traveler dunia saja banyak yang bela-belain untuk traveling keliling Indonesia karena keunikan, keanekaragaman budaya, keindahan alam dan lainnya.... tapi....(ya TAPI)... biaya traveling di Indonesia sesungguhnya tidak bersahabat dengan saya, karena sebagai berikut:

1. Saya kere (no further explanation needed)
2. Saya pekerja kantoran (having a long vacation is absolutely IMPOSSIBRUUU)
3. Balik lagi, saya kere (#lahhhh)

Iya, untuk daerah Jawa, saya suka berpergian ke tempat-tempat yang mudah dijangkau (dan murah tentunya) namun memiliki keindahan dan keunikan, seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Indramayu, Cirebon dan lain-lain. Psst.... banyak yang belum mengetahui bahwa kita bisa diving di Indramayu, IYA INDRAMAYUUUU (coba googling pulau Biawak) :)

Daerah Sumatera pun saya (coba) untuk kesana, so far, saya baru bisa ke Belitung, Palembang, Lampung dan Medan.. daerah lain, saya belum mampu kesana tanpa tiket promo ataupun business trip. Heuheuheu... (contoh: saya bisa ke Danau Toba karena dapat tiket promo Tiger Airways 400ribu berdua, kalau tidak, mungkin sampai sekarang saya masih menghayal mengenai seberapa besar danau Toba dan pulau Samosir itu. hehe)

Saya memaklumi karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan yang sangat besar membuat sarana transportasi di Indonesia terbilang cukup mahal. Saya sudah berulang kali diundang untuk berlibur ke Halmahera oleh tante saya (saya sudah "ngiler" karena selalu diceritakan tentang mudahnya "nyiduk" ikan di lautan yang sebening kaca). Namun apa daya, harga tiket PP Ternate dengan harga tiket PP Korea Selatan ternyata lebih murah ke Korsel. #HIKSSSSS

Contoh lain, saya suka sekali dengan Snorkeling, berulang kali impian saya untuk ke Derawan dan Bunaken sirna..hanya karena shock melihat harga tiket yang tidak bersahabat dengan kantong saya. Lalu sayapun berubah haluan ketika melihat harga tiket ke luar negeri sedang 'banting harga'. Dengan mengeluarkan 500ribu rupiah, saya sudah mengantongi tiket pulang pergi Kuala Lumpur.. tidak demikian jika saya mau liburan ke Lombok. Ujung-ujungnya, kalau mau Snorkeling ya ke pulau Seribu aja. Huh, lagi-lagi, duit.

Sebenarnya banyak cara untuk traveling murah ke daerah yang jauh di Indonesia, tapi, cara tersebut cukup memakan waktu karena pastinya tidak menggunakan/menghindari pengunaan transportasi udara yang membuat budget bengkak (apalagi buat saya yang jatah cutinya "terbatas" dan punya pekerjaan yang posesif -gak bisa banget ditinggal-). Hehehe..

Terkadang saya bertengkar dengan hati jika sudah menyangkut masalah destinasi liburan. Orang bisa saja bilang "Ya kalau niat ke XXXX, nabung dong dari sekarang, fokus!". wah, benar... eh tapi, ternyata tidak semudah itu kok. Saya butuh 2 tahun untuk mengumpulkan dana traveling ke Korea...apalagi sembari menabung tersebut saya juga tidak tahan godaan untuk traveling ke tempat lain. hehehe, namanya juga backpacker kere, setiap ada yang murah pasti langsung jalan saja, karena mottonya "yang penting jalan!"... sebagai orang yang suka traveling, terkadang sebulan tidak jalan-jalan sudah gelisah sendiri, sudah seperti mas-mas yang mau berhenti merokok gitu. hehehe

Dulu sih saya cukup garis keras bisa ngomong "Indonesia Aja Dulu!", tapi sekarang "Jalan aja dulu!" hahahaha...

Semoga di tahun 2015 ini saya bisa menelusuri Indonesia lebih luas lagi!
FIGHTINGGGGG!!!!
Hai sudah lamaaaa tidak bersua... so many things to do, I've also traveled a lot this year... but no evidence since i never update this bloggie. HOHO...

Menurut judul, Interstellar, Rosetta dan hari Ayah sedunia... tiga hal itu lagi eksis ya akhir-akhir ini.. di berbagai sosial media, teman-teman post berbagai macam berita tentang tiga hal tersebut. Saya malah gloomy. loh kok? 

iya, gloomy banget, karena jadi inget Ayahanda tercinta yang sudah meninggalkan saya 16 tahun lalu.

daaadyyy, how are you? are you seeing me now?  
this spoiled little girl is missing you so much </3

Dahulu, ketika anak manja dibilang "anak mama", saya adalah "anak ayah" banget. Sedari kecil, Ayah mengajarkan saya musik (he was a great saxophone player and a skillful pianist), menggambar (now you know where's me&my bro's manga skill come from) dan segala sesuatu tentang Astronomi dan saya memang suka sekali tentang hal-hal tersebut.. beliau mengajak karin kecil ke kwitang, mencari buku, dari mulai kariage kun, doraemon sampai buku rasi-rasi bintang.  

Walaupun samar, saya ingat Ayah membawa saya ke planetarium Jakarta.. semenjak dari situ, saya suka sekali melihat langit malam, menerka-nerka mana yang bintang saya, Taurus dan bintang Ayah saya, Aries. Ya, saya dan Ayah hanya berjarak 5 hari ulang tahunnya, mirip seperti mama dan kakak saya yang berjarak 6 hari (both of them are Geminis, that's whaaaaeeyyyy it's hard to talk with them as a tauro :D)

Saya pernah minta dibelikan teropong bintang, namun ternyata belum sempat terjadi karena kesehatan Ayah makin memburuk dan ia  menghabiskan hampir seluruh waktunya di kantor dan rumah sakit (kantor Ayah di TAM Sunter dan rawat inap RS Mediros Pulo Gadung, jarak kedua tempat tersebut cukup dekat). Oh my, recalling these memories makes me sad.  :(

Interstellar and Rosetta's philae lander

I love everything about outer space, makanya saya suka banget sama do min joon #ehhhhh

I believeeeee that this one really exist! hah! XD

No, i really love it since i was a kid, pernah juga bermimpi menjadi Astronom saat SMA kelas 1, yang lalu harapan itu terbuang jauh karena saya benci dengan fisika dan matematika dan memilih untuk mengambil jurusan sosial saat kelas 2. Padahal, saat SMP, nilai fisika saya selalu diatas 9, karena saya suka sekali dengan fisika...karena menurut saya fisika itu menarik dibandingkan matematika. hehehe terima kasih pak Anton (guru fisika saya saat kelas 1), yang telah membuat saya saat ini jadi Kriminolog handal (T_T) hahahhaa..

Kebetulan sekali saya bertemu dengan manusia unik yang saat ini menjadi pendamping saya, Andre. he loves stars... kepengen juga punya teleskop (yea, we browsed around ACE hardware just to see bicycle equipment and telescope).. we both believed that somewhere, in another galaxy, in another planet... there's a colony of humans, just like us.

A bizarre Centaur A galaxy, credit to ESO,
http://www.eso.org/public/images/eso1221a/
Stars and everything above the sky are absolute marvelous, we both fascinated and curious about what happen in the upper sky, and why they are so fabulous..

It is so dark yet rhapsodical.
It is indeed scary but also enchanting.

We watched Interstellar and thankfully we enjoyed the movie although WHYYY it must be 3 hours long?? T_T *pijet pundak dan leher karena dapet row depan di IMAX*

After Interstellar, my eyes were fed up with the beauty of comet 67P, Rosetta's selfie and Philae's landing moment. I overwhelmed with these eyegasm and almost brought me to tears, because it is reminding me of my father and his passion teaching me astronomy when i was a daddy's little girl.

Epic selfie by Rosetta's navcam, you can see the rest at instagram.com/rosettamission
Thank you pakde Nolan, om Zimmer, European Space Agency, Rosetta and Philae for bringing up the star-lover-little-girl in me and memories of my beloved dad.

Ayah, apa Ayah stuck di dalam wormhole seperti do min joon atau terjebak di alam 5 dimensi seperti om cooper? (this is really a bad jokes, Karin!)

Murph and Cooper, taken from https://respondblogs.files.wordpress.com/2014/11/cooper-and-murph.jpg

Sorry dad, but you know that you left me when i was at Murph's age, right?.
Wherever you are, we knew that you already met the God Almighty.

You know i love you more than anything. 
Doakan anakmu ini otaknya lurus lagi ya Yah, :)

Me at Huta Ginjang, the highest hill to see whole Toba Lake
 
Hello, late post from me.
There were many things happened that keep me busy.
This year is the busiest year in my life; from personal, social to work life. 
I really want to post all my trip in the past >12months. 
I've been to many places, experiences many new things and other. 
I will try to keep the pace posting my path in this blog (again).

alert:
Maybe i will just posting (only) pictures of my past trip(s).
Do not hesitate to ask me about the places I'll posted.

enjoy,
Much love. Karin


Scene captured from Menara Tele

Scene captured from Menara Tele

Scene captured from Menara Tele (it looks like rural area in Japan right?)

Batak King statue at Samosir Island

"hordes of cows" at Samosir Island
Me and Widdo. Hurrah! Horas!

Hola! akhirnya bisa ada waktu ngepost juga karena lagi tidak begitu sibuk di minggu ini.

Beberapa waktu yang lalu (dua bulan yang lalu deng -_-), saya berkesempatan untuk pergi ke Toba Samosir karena mendapatkan tiket super murah dari Tiger, berdua hanya 700ribu pulang-pergi. 

Inginnya sih cerita dari Jakarta ke Medan, tapi saya udah kepengen banget ngepost pengalaman saya berkunjung ke Air Soda Parbubu, yang berada di Tarutung, Tapanuli Utara. Pemandian Air Soda ini berjarak sekitar 1 jam dari Balige (kebetulan saya menginap di rumah opung travelmate saya di Balige).
 
Welcome!
Kolam Air Soda? apa bedanya dengan T*bs (tea with shocking soda)? hahahahaha... beda banget dong. 

Pemandian Air Soda ini adalah salah satu keajaiban yang konon katanya cuma ada dua di dunia, yaitu di Tapanuli Utara ini dan satu lagi di Venezuella (woooow)!. Air Soda sudah dikelola sejak tahun 1976, tapi masih perseorangan, bukan pemerintah (katanya sih, pemerintah Taput dinilai belum bisa memfasilitasi potensi pariwisata ini)

Air Soda berada di Desa Parbubu, dan bukan merupakan pemandian mewah, hanya sebatas kolam pemandian umum biasa dan tidak memiliki pagar pembatas, bahkan tidak ada tarif masuknya loh. Kita hanya diwajibkan membeli makanan yang disediakan (very nice isn't it?). Hal yang membuat Pemandian Air Soda Parbubu spesial adalah berikut ini (dikutip dari Wikipedia):
  • Warna airnya nyaris berwarna merah sehingga nama Pemandian Air Soda Tarutung dalam bahasa batak toba disebut Aek Rara Tarutung, aek adalah air dan rara adalah merah.
  • Bila kita mandi di air soda maka tubuh kita akan berbusa dan mata akan perih jika terkena percikan airnya.
  • Airnya tidak lengket dibadan seperti minuman bersoda
  • Air soda ini seperti membuat badan kita halus dan terasa ringan.
  • Bila diecap airnya terasa ada asinnya.
Waktu itu saya kebetulan tidak ikut mandi, hanya mencelupkan kaki saja karena rencana saya adalah akan mandi air belerang di sekitar Sipoholon. Namun walau hanya dengan celupan kaki, saya sangat amazed dengan soda-soda kecil yang menempel di kaki saya :D dan juga sambil bersantai, kita ditemani dengan pemandangan yang sangat bagus. (ssssttt.... kita juga bisa melihat Bukit Salib Kasih dari Air Soda lho).
 
Di pojok kiri adalah Bukit Salib Kasih. hayo, lihat ga? :)
Jujur, saya masih belum mengerti dengan fenomena Air Soda ini, saat saya melihat airnya berbuih seperti soda, saya mengira akan hangat dan berbau sulfur seperti air belerang, namun ternyata tidak berbau dan tidak panas/hangat. Jika bagian tubuh kita dicelupkan ke dalam kolam, maka buih-buih soda akan memenuhi seluruh bagian kulit. 
Look at my foot!

Widdy and Me

Rasa-rasa infinite pool gitu deh! :))
Daerah Taput merupakan daerah dengan banyak objek wisata pemandian. Katanya sih daerah ini masih termasuk daerah lingkaran cincin api. Pada post yang berikutnya (entah sempatnya kapan hehehe) saya akan cerita mengenai pemandian air panas di sekitar Sipoholon, Toba Lake experience dan lainnyaaaaa! ditunggu yaaaa :)


NB: kalau ada yang mau tanya-tanya how to get here, jangan sungkan-sungkan untuk e-mail saya! ^_^

Cheers,
 

 


 
Due to my working load at the office, it will be quite late to post on the blog :(

my debt are to post these theme:

- Sleeping coach train experience in Malaysia
- Holiday report from North Tapanuli, Toba and Medan
- Next travel planning
- Some of local food experiences
- My recent hobbies and activities



XOXO,

Newer Posts Older Posts Home

Search This Blog

About Me

My Photo
Karinyoo
♡ petite fille ♡ traveling noob ♡ love cheap things ♡ for inquiries and (or) exchange link, email me at: karin.karinyoo[at]gmail.com
View my complete profile

POPULAR POSTS

  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 3 (UPDATED - FINISHED)
  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 1
  • E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) - Part 2
  • Mars Kitchen (Update Post)
  • Korean Language Class
  • Solo Trip 3 Negara (Part 1: Kuala Lumpur, Malaysia)
  • Need a refreshment!
  • Solo Trip 3 Negara (Part 2: Hat Yai, Thailand)
  • My life as a weekend-tour guide
  • Bira Island: a Private Trip to Abandoned Resort

Blog Archive

  • ▼  2019 (2)
    • ▼  December (1)
      • Karinyoo is back!
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2013 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  November (7)
@karinyoo 2012-2015. Powered by Blogger.

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates